Rombongan diterima kepala Puskesmas dr. Trio Hardhina dan saat diskusi dengan kepala Puskesmas para peserta menanyakan kiat-kait yang dalam menjalankan kegiatan Reformasi Puskesmas. Setelah diskusi itu dilanjutkan kunjungan keliling untuk melihat inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Alak. Hal menarik yang bisa menjadi inspirasi Puskesmas lain adalah bagaimana kepemimpinan yang kuat dari Kepala Puskesmas untuk mempengaruhi semua staf untuk melakukan Reformasi di Puskesmas Alak. Pertama yang dilakukan oleh dr. Trio untuk me-Reformasi Puskesmas-nya adalah mengatur ruangan agar efektif dan efisien untuk pelayanan, sehingga semua ruangan yang ada di Puskesmas bisa digunakan secara optimal dan efisien untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna layanan.
Selanjutnya bersama seluruh staf menyusun uraian tugas setiap profesi yang ada serta standar pelayanan untuk semua pelayanan yang ada dan semua dokumen yang ada dipajang disetiap Poli dan ruangan untuk memastikan pelayanan yang diberikan sesuai standar pelayanan. Masukan dari pengguna layanan juga diterima dengan menyediakan Kota Pengaduan lengkap dengan kertas dan alat tulis bagi pengguna layanan yang ingin mengajukan pengaduan. Inovasi lain yang menarik adalah dipisahkannya Poli Umum untuk laki-laki dan perempuan serta layanan untuk mereka yang Lansia (45 tahun keatas) disediakan loket tersendiri sehingga tidak perlu antri dengan pasien yang lain dan Pasien Lansia tidak harus lewat Loket pendaftaran, tetapi langsung ke Poli Lansia. Hal ini sangat membantu para pasien Lansia untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Untuk Poli Anak juga didisian Ramah Anak, dimana ada tempat untuk anak-anak bermain sambil menunggu pelayanan.
Puskesmas Alak juga dengan mengembangkan rumah tunggu dengan memanfaatkan bangunan Kantor Lurah yang tidak digunakan lagi, rumah tunggu ini sangat membantu keluarga pasien terutama yang rumahnya jauh dari Puskesmas atau yang sedang menjaga keluarganya yang rawat inap. Saat ini rumah tunggu ini masih dikelola oleh Puskesmas, namun kedepan setelah Badan Penyantun Puskesmas (BPP) terbentuk, pengelolaan Rumah tunggu akan diserahkan ke BPP untuk mengelolanya.
Zainal Asikin - Mentor Puskesmas Reformasi







