Setelah kurang lebih 3 bulan berjuang untuk menaggulangi kasus DBD, karena adanya status KLB DBD di Kota Kupang, akhirnya masyarakat Kota Kupang boleh sedikit bernapas lega karena adanya penurunan Kasus yang cukup signifikan. Berdasarkan rekapan terakhir Data Dinas Kesehatan Kota Kupang dari bagian P2M maka hingga mingggu ke-2 bulan april tidak terdapat lagi kasus DBD pada 6 kecamatan di Kota Kupang berdasarkan hasil penjaringan pasien pada 10 Puskesmas di Kota Kupang.
Sebagai bahan review, pada bulan Januari 2012 Kota Kupang dinyatakan sebagai Kota Berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, semenjak saat itu maka Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang melakukan berbagai langkah teknis dalam rangka menanggulangi peningkatan Kasus DBD serta memperkecil resiko kematian penderita DBD. beberapa langkah yang dilakukan dalam menanggulangi KLB DBD antara lain :
1. Pembukaan Posko DBD selama 24 jam di seluruh Puskesmas di Kota Kupang, baik Puskesmas rawat jalan maupun rawat inap untuk melayani pasien DBD setiap
saat. Selain itu Posko DBD 24 Jam dibuka di Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk menyiapkan logistic pendukung pelayanan pasien DBD, untuk mencegah
kekosongan stok logistik di tingkat Puskesmas seperti obat, cairan infus, dll.
2. Pelaksanaan Abatesasi Massal pada seluruh wilayah Kota Kupang, melalui kerjasama lintas sektor dengan berbagai elemen masyarakat seperti TNI, siswa Sekolah,
Pramuka, Pihak Kelurahan dan Kecamatan, Instansi Agama seperti gereja, mesjid, Kader Posyandu hingga masyarakat seperti RT dan RW.
3. Pelaksanaan fogging focus atau penyemprotan insteksida pembunuh nyamuk Aedes Aegypty pada wilayah-wilayah dengan jumlah kasus DBD tertinggi guna
mencegah perkembangan vector DBD ke wilayah lain.
4. Penyuluhan secara intensif dan berkesinambungan dalam upaya mempromosikan 3 M plus sebagai metode pencegahan DBD bagi masyarakat dan memberikan
pengetahuan dasar bagi masyarakat tentang gejala klinis penyakit DBD dan pertolongan pertama yang harus dilakukan bagi penderita dengan gejala DBD.
penyuluhan dilakukan oleh tim Promkes baik di tingkat Dinas Kesehatan Kota Kupang maupun petugas Promkes yang tersebar pada 10 Puskesmas di Kota Kupang.
5. Penggalangan kerjasama masyarakat untuk melaksanakan tindakan pencegahan melalui 3M Plus. Kegiatan ini dilaksanakan dilapangan dalam bentuk kerja bakti
dengan pihak kelurahan, pembersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, selokan, dan penguburan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Sebagai bahan review selama periode November sampai April 2012 terjadi 852 kasus DBd di Kota Kupang dengan 10 kematian.kasus terbanyak terjadi diwilayah kecamatan Oebobo (222 kasus) dan Maulafa (189 kasus). Sedangkan jika ditinjau dari segi umur maka kasus DBD terbanyak terjadi pada balita umur 1 – 4 tahun. Jika dilihat dari factor jenis kelamin maka kasus DBD lebih banyak terjadi pada perempuan dengan 439 kasus dibandingkan laki-laki yang hanya 413 kasus.
Dengan semakin menurunnya kasus DBD di Kota Kupang dimana hingga minggu kedua April 2012 tidak terdapat lagi kasus DBD yang dilaporkan di seluruh Puskesmas di Kota Kupang maka berdasarkan surat Dinas kesehatan Kota Kupang nomor 440.443/515/Dinkes/IV/2012 pelayanan posko penanggulangan DBD selama 24 jam di seluruh Puskesmas di Kota Kupang dihentikan. Namun bukan berarti pelayanan terhadap DBD tidak dapat lagi dilaksanakan, tetapi pelayanan terhadap pasien DBD akan dilaksanakan seperti biasa sesuai dengan jam kerja Puskesmas. Untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap penyakit ini sehingga ke depannya tidak terjadi lagi KLB DBD di Kota Kupang.
Setelah kurang lebih 3 bulan berjuang untuk menaggulangi kasus DBD, karena adanya status KLB DBD di Kota Kupang, akhirnya masyarakat Kota Kupang boleh sedikit bernapas lega karena adanya penurunan Kasus yang cukup signifikan. Berdasarkan rekapan terakhir Data Dinas Kesehatan Kota Kupang dari bagian P2M maka hingga mingggu ke-2 bulan april tidak terdapat lagi kasus DBD pada 6 kecamatan di Kota Kupang berdasarkan hasil penjaringan pasien pada 10 Puskesmas di Kota Kupang.







