![]()
Selama kegiatan perbaikan alat tahun 2010 PAM Center Kota telah mengidentifikasi 131 alat kesehatan di puskesmas dan pustu, 100 diantaranya bisa berfungsi kembali dengan baik setelah dilakukan perbaikan. Hasil analisa biaya yang dilakukan, selama kegiatan tahun 2010 PAM Center bisa melakukan penghematan biaya sebesar Rp.89.375.000,-.
Ruangan 3m x 4,5 m tersebut hanya bersekat papan saja. Terletak diantara ruang Bidang Yankes dan Bidang P2P serta PL & Promkes Dinas Kesehatan Kota Kupang. Didalamnya ada 5 meja, 3 lemari dan satu rak. Beberapa timbangan terlihat tertumpuk di atas lemari. Masih jauh dari representatif untuk sebuah Bengkel Pemeliharaan Alat Kesehatan (PAM Center) seperti yang tertulis di pintu masuknya. Dari ruangan inilah kegiatan PAM Center Kota Kupang dijalankan oleh 3 orang staf yang ada.
![]()
Meskipun ketersediaan ruangan jauh dari representatif, hal ini tidak menjadi penghalang bagi staf PAM Center Kota Kupang untuk melakukan tugas dalam rangka menjamin ketersediaan alat kesehatan yang bermutu. Strategi Pengelolaan aset fisik merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap program Revolusi KIA melalui aspek ke 5 yaitu peralatan.
Salah satu masalah yang dihadapi oleh PAM Center Kota Kupang pada tahun 2010 adalah ketiadaan dana operasional untuk melakukan kegiatan dalam APBD Kota Kupang TA.2010. Lewat program kemitraan , AIPMNH mendukung PAM Center Kota Kupang untuk melakukan kegiatan perbaikan alat kesehatan di puskesmas dan jaringannya serta pengadaan suku cadang.
Dukungan terhadap kegiatan PAM Center bisa lebih menjamin cost efective dan value for money dalam proses pengadaan alat kesehatan dengan asumsi bahwa alat kesehatan yang rusak dan bisa diperbaiki tidak harus dibeli ulang,” demikian Vitalis Daki Kasie Sarana Dinkes Kota memberikan penjelasan.
Selama kegiatan perbaikan alat tahun 2010 PAM Center Kota telah mengidentifikasi 131 alat kesehatan di puskesmas dan pustu, 100 diantaranya bisa berfungsi kembali dengan baik setelah dilakukan perbaikan. Hasil analisa biaya yang dilakukan, selama kegiatan tahun 2010 PAM Center bisa melakukan penghematan biaya sebesar Rp.89.375.000,-. ”Perhitungan ini didasarkan pada harga alat, biaya bahan, dan biaya tenaga, ’demikian Fery Sinaga koordinator PAM Center memberikan penjelasan mengenai metode analisa penghematan biaya yang dilakukan,” Fery Sinaga koordinator PAM Center Dinas Kesehatan Kota Kupang menambahkan. Kegiatan serupa pada triwulan – I 2011 telah mengidentifikasi 110 alat kesehatan yang semuanya bisa kembali berfungsi dengan total penghematan biaya sebesar Rp.67.806.000,-
Kegiatan PAM Center adalah salah satu program dukungan Kemitraan AIPMNH yang bisa langsung memberikan dampak dimana output kegiatannya adalah berfungsinya kembali alat kesehatan yang rusak. Hal ini akan meningkatkan pemberian layanan kesehatan, kegiatan PAM Center sekaligus memberikan nilai cost evective karena dari alat kesehatan yang bisa diperbaiki ada nilai ekonomis yang bisa dihemat.