Cetak halaman ini

Orang Indonesia kian Pendek dan Gemuk

Ditulis oleh | Jumat, 24 Februari 2012 21:20
Nilai artikel ini
(0 pemilihan)

Pola Konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia kedepan adalah pendek dan gemuk. "Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang.

Pola Konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia kedepan adalah pendek dan gemuk. "Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang." kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indoneisa (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indoneisa di Jakarta, Rabu (20/4). Pola Konsumsi makanan yang tak berimbang menyebabkan struktur tubuh anak-anak Indonesia semakin tidak ideal. Jika tidak segera diatasi, karakter fisik manusia Indonesia kedepan adalah pendek dan gemuk. "Tubuh pendek terkait kondisi ekonomi, sedangkan gemuk berhubungan dengan pola makan seseorang." kata Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indoneisa (Persagi) Minarto dalam Seminar Gizi Lebih: Ancaman Tersembunyi Masa Depan Anak Indoneisa di Jakarta, Rabu (20/4).
Data Direktorat Pengembangan Konsumsi Pangan Badan Ketahanan Pangan 2009 menunjukkan, konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia baru mencapai 60 Persen dari jumlah yang dianjurkan. Badan pendek disebabkan kurangnya asupan pangan hewani. Adapun kegemukan terjadi karena kelebihan konsumsi makanan yang mengandung minyak dan lemak serta padi-padian. Berdasarkan penelitian Atmarita dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan pada 2010, tinggi badan anak laki-laki Indonesia pada umur 5 tahun rata-rata kurang 6,7 cm dari tinggi yang seharusnya sedangkan pada anak perempuan kurang 7,3 cm. Anak umur 5 tahun seharusnya memiliki tinggi badan 110 cm.
Kurangnya konsumsi pangan hewani akan membuat kurangnya sejumlah zat gizi mikro yang menjadi kebutuhan dasar tumbuh kembang anak, kata Minarto. Konsumsi pangan hewani tidak dapat digantikan jenis bahan pangan lain. Jenis pangan ini dapat diperoleh dari daging, aneka jenis ikan, dan telur. Kasus kegemukan meningkat Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi kegemukan anak balita Indonesia mencapai 14 persen, dengan rincian prevalensi 14,9 persen dari keluarga kaya dan 12,4 persen dari keluarga miskin. Jumlah anak balita kegemukan meningkat karena survei serupa pada 2007 menunjukkan prevalensi anak balita kegemukan baru 12,2 persen. Kasus kegemukan paling banyak terjadi tahun 2010, yaitu di Jakarta dengan 19,6 persen.
Dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan anggota Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, Saptawati Bardosono, mengungkapkan, penumpukan lemak pada pinggang, yang biasanya dialami orang dewasa, kini semakin banyak terjadi pada anak-anak. Selain akibat pola makan yang keliru, yaitu banyaknya konsumsi susu dan makanan manis, kegemukan juga disebabkan kurangnya aktivitas fisik karena anak terlalu banyak menonton televisi dan berkegiatan di dalam rumah yang sempit. Salah jika ada anggapan yang mengatakan bahwa anak gemuk adalah anak yang lucu dan sehat. Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Rini Sekartini, menambahkan, kegemukan meningkatkan risiko penyakit terkait jantung dan pembuluh darah, diabetes, kanker, kelainan otot, serta kelainan pernapasan. Sumber : HARIAN KOMPAS
Baca 2754 kali Terakhir diubah pada Jumat, 24 Februari 2012 21:51
Debby Riwu

Staff SubBag Perencanaan, Evaluasi & Pelaporan Dinkes Kota Kupang

debbysetyanti@gmail.com

Artikel Lainnya

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Paling Berpotensi Tertular COVID-19, Ini Tips Bagi Penyandang Penyakit Tidak Menular

Penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan Read More
Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Dinas Kesehatan Pastikan Layanan Imunisasi Tetap Buka Selama Pandemi Covid 19

Saat bencana alam besar, bencana peperangan maupun wabah terjadi di Read More
Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Begini Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang selalu Read More
Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Update !! Data Capaian Imunisasi MR Kota Kupang

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Dinas Kesehatan Kota Kupang Laksanakan Kampanye Imunisasi MR

Mendukung pelaksanaan program Pemerintah Pusat mengenai imunisasi Measles Rubella (MR) Read More
Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Ayo Bawa Anak Anda untuk mendapatkan Imunisasi MR (Measles Rubella)

Campak alias measles adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan Read More
Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Butuh Informasi Pelayanan Puskesmas? Dinas kesehatan Launching Website 11 Puskesmas Sekota Kupang

Untuk memberikan kemudahan didalam proses pelayanan informasi Puskesmas Sekota Kupang Read More
Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Sesi Sharing Aplikasi LAPOR SP4N oleh BTRUST kepada Beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Kupang

Banyaknya pelayanan publik pada berbagai bidang di Lingkungan Pemerintah Daerah Read More
  • 1